Hotline

0812-1598-7054
0857-1266-5024
 
Pin BB:522ACED0
Whatsapp:0812-1598-7054
Fan Page

Twitter

Jumlah Pengunjung

 Online : 5
 Hari ini : 101
 Kemarin : 59
 Bulan ini : 774
 Bulan Kemarin : 1.933
 Total : 92.323
Statistik
    
Artikel

Kaki Ganda Untuk PameloCetak Kirim ke Teman
Tanggal Posting Jum'at, 01 September 2017, 07:09 WIB  Dikirim oleh : admin (133 kali dibaca)


Penambahan kaki pada pamelo diharapkan memperbaiki sistem perakaran dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

Sudah manis, tanpa biji pula. Itulah cita rasa Pamelo Bageng yang berdaging merah muda. Jeruk besar asal Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, itu menjadi rebutan konsumen. Qomarul Huda yang mengebunkan 136 pohon Pemelo Bageng rutin memasok 1,5 ton perpekan. Belakangan ia khawatir karena semua pohonnya hasil pebanyakan cangkok sehingga tanaman berakar serabut.

 

Itulah sebabnya ia merperkokoh pohon yang rata-rata berumur 3 tahun itu. Caranya dengan penambahan kaki. Qomarul berharap penambahan kaki pada pamelo mambantu menopang batang utama sehingga memperkokoh tanaman. "Dengan begitu batang utama menjadi lebih kuat lantaran di sangga akar tunggang yang berasal dari kaki tambahan". ujar pekebun berumur 39 tahun itu.

 

Tambahan kaki.

Qomarul memulai melakukan penambahan kaki untuk pamelo pada 2016. Kini sebanyak 95% dari total populasi 136 pohon sudah mengadopsi teknik kaki ganda. Menurut alumnus Universita Budi Luhur itu penambahan kaki dapat dilakukan pada pohon pamelo berumur 2-3 tahun. Pasalnya, pada umur itu kulit luar pohon sudah tebal sehingga lebih mudah untuk disambung.

 

Saat pohon utama memasuki umur 2 tahun, Qomarul mulai menyemai benih pamelo lokal di pot, Ketika bibit berumur setahun, ia lalu memindahkannya ke kebun. Ia menanam 3 bibit pamelo lokal mengelilingi pohon utama dengan jarak 10 cm dari pohon utama. Setalah 2 bulan, pria penggemar berkuda itu menyanyat pohon utama sepanjang 3-5 cm. Ia membuat 3 sayatan yang letaknya menyesuaikan dengan letak tumbuh bibit pamelo lokal.

 

Qomarul lantas memotong batang bibit pamelo lokal, lalu meruncingkan bagian ujungnya. Selanjutnya ujung batang bibit itu ia tempelkan pada sayatan di pohon utama. Ia mengikat sambungan dengan tali plastik hingga semua sambungan tertutup rapat. Dengan begitu air tidak gampang masuk.

 

Tujuannya agar tidak mengganggu pertumbuhan pohon utama. "Kedua batang alam menempel sempurna setelah 45 hari," kata pria kelahiran 19 November 1978 itu. Menurut praktikus tanaman buah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hadi Yusuf, teknik kaki banyak pada tanaman jeruk lazimnya dilakukan pada tanaman yang merana akibat serangan cendawan phytophthora. Bekas serangan itu menyebabkan batang rusak dan kering.

 

"Agar tanaman kembali sehat dan berproduksi, maka penambahan kaki menjadi upaya penyelamatan terbaik," kata Hadi. Proses penyambungan berhasil jika masing-masing tanaman saling menyatu. Pastikan setiap tanaman dalam kondisi sehat. Peneliti jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Dr.Chaereni Martasari, menuturkan penambahan batang baru membantu mempercepat penyerapan unsur hara.

 

Menurut Chaereni Martasari sebelumnya tanaman hanya mengandalkan pasokan air dan nutrisi melalui akar pada batang utama, "Setelah penambahan kaki, pohon memperoleh bantuan penyerapan hara pada batang tambahan yang di sambungkan ke batang utama," katanya. Karena itu penambahan kaki juga dianggap mampu meningkatkan kwalitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

 

Urine Sapi

Faedah Penambahan kaki untuk meningkatkan kwalitas pertumbuhan tanaman akan optimal bila pekebun juga tekun merawat kebun. Itulah sebabnya Qomarul memberikan nutisi secara intensif agar tanaman tumbuh subur. Ia rutin menaburkan 50 Kg pupuk organik pertanaman setiap Mei dan Oktober. Ia juga rutin memberikan 2,5 kg pupuk NPK pertanaman setiap bulan April dan Desember.

 

Qomarul berharap sebagi upaya itu membuat pamelo miliknya tumbuh optimal. Teknik kaki ganda sejatinya bukan hal baru. Para petani durian bhinneka bawor lebih dulu mengadopsi teknik itu. "Selain tampilan dan cita rasa buah yang menggoda, sosok pohon durian pun unik," kata Qomarul. Teknik ini diduga membuat pohon menjadi lebih kokoh dan berbuah lebih cepat. (Andari Titisari) 


[http://www.trubus-online.co.id/]

Artikel Lainnya :

 

Tinggalkan Komentar